Puteri itu mengatakan "Aduhai ayah, selama umurku aku tidak akan menghadapi hari seperti ini". Hasan Al-Bashri berkata, " Engkau sudah tidak akan menghadapi ayahmu sebagaimana hari ini".
Pada hari yg lainnya, Al-Bashri duduk di muka pintu lagi setelah selesai solat subuh. Tiba-tiba seorang puteri kalmarin, pergi berziarah ke kubur ayahnya sambil menangis. Al-bashri mengikutinya dari belakang.Setelah sampai di kubur ayahnya, puteri itu lalu merakul dan mendakap kubur ayahnya.Mukanya diletakkan pada tanah sambil berkata;
- Wahai ayah, bagaimana engkau semalam di dlm gelap kubur, dgn sendirian tidak ada yg
menerangi dan menghibur.
- Wahai ayah, akulah yg menerangi lampu engkau kemarin malam, maka lantas siapa yg
menerangi lampu engkau malam tadi ?
- Wahai ayag, akulah yg menyelimut kedua tangan & kedua kakimu kemarin malam. Maka
siapakah yg menyelimut tadi malam ?

